BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
Pendidikan
merupakan sesuatu yang sangat penting dan urgen bagi kehidupan manusia. Melalui
pendidikan, manusia dapat belajar dan mengambil manfaat dari
alam semesta demi mempertahankan hidupnya. Islam menempatkan pendidikan sebagai
sesuatu yang esensial dalam kehidupan umat manusia, melalui pendidikan manusia
dapat membentuk kepribadiaannya. Selain itu manusia dapat memahami dan mampu
menterjemahkan lingkungan yang dihadapinya sehingga dapat menciptakan suatu
karya yang gemilang.
Secara teoritis, ilmu pengetahuan yang
dimiliki manusia tidak mungkin dimilikinya tanpa melalui proses pendidikan.
Proses pendidikan tidak hanya dimulai dan diterapkan di sekolah, akan tetapi
proses pendidikan dimulai sejak manusia masih dalam rahim ibunya. Demikian
pentingnya pendidikan bagi manusia, sehingga para ahli menempatkan dunia
pendidikan sebagai wilayah strategis dan menjadi fokus kajian dalam rangka
menciptakan suatu sistem pendidikan yang benar-benar unggul.
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian
Pendidikan
2. Faktor-faktor
Pendidikan
1.3 Metode
Pembahasan
Dalam penulisan
makalah ini kami hanya menggunakan metode studi pustaka, karena kami tidak
melakukan penelitian lapangan, metode studi pustaka sudah cukup untuk memenuhi
data makalah kami.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pendidikan
Pendidikan
merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa kepada mereka yang dianggap
belum dewasa. Pendidikan adalah transpor ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus
nilai-nilai yang berkembang pada suatu generasi agar dapat ditranspormasi pada
generasi berikutnya.
Pendidikan
dalam makna yang demikian, jauh lebih luas cakupannya dibandingkan dengan
pengertian yang hanya merupakan transformasi ilmu.
Banyak
para pakar mendefinisikan pendiddikan dengan perspektif dan paradigm yang
berbeda.
Menurut
Hasan Langgulung (1998:4) pendidikan diterjemahkan sebagai usaha memasukan ilmu
pengetahuan dari orang yang dianggap memilikinya kepada mereka yang dianggap
belum memilikinya.
Ahmad
Tafsir (1994:26) menjelaskan pengertian yang lebih luas tentang pendidikan,
yaitu pengembangan pribadi dalam semua aspeknya, yang mencangkup pendidikan
oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan dan pendidikan oleh orang lain
(guru). Seluruh aspek mencangkup jasmani, akal, dan hati.
Menurut
Lawrence A. Cremin, pendidikan adalah sebuah upaya yang cermat, sistematis,
berkesinambungan untuk melahirkan, menularkan dan memperoleh pengetahuan,
nilai-nilai, keterampilan dan perasaan-perasaan dalam setiap kegiatan belajar
yang dihasilkan dari kegiatan tersebut baik langsung maupun tidak langsung.
Baik sengaja maupun tidak sengaja.
Berdasarkan
UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) pendidikan diartikan sebagai usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pendidikan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
2.2 Faktor-Faktor
Pendidikan
Didalam
ilmu pendidikan kita mengenal beberapa macam faktor pendidikan. Sementara
ahli-ahli pendidikan membagi faktor-faktor pendidikan tersebut menjadi lima
macam factor yaitu :
1. Factor
Tujuan
2. Factor
Pendidik
3. Factor
Anak Didik
4. Factor
Alat-alat
5. Factor
Alam Sekitar (Milieu)
Secara
singkat garis besar dari kelima factor pendidikan tersebut adalah sebagai
berikut :
A. Faktor
Tujuan
Perbuatan mendidik
tidak boleh diadakan tanpa adanya kesanggupan dan tanpa didasari. Selain dari
pada itu perbuatan-perbuatan harus bertujuan meningkatkan kesusilaan anak
didik. Adanya tujuan ini merupakan hakekat pendidikan.
Pendidikan tidak dapat dinamakan
pendidikan jika tidak mempunyai tujuan untuk mencapai kebaikan anak di dalam
arti yang sebenarnya.
B. Faktor
Pendidik
Pendidik ialah orang
yang sudah dewasa karena ia harus membawa anak ke tingkat kedewasaan.
Adapun yang dikatakan
dewasa ialah bila anak itu sudah mencapai umur tertentu menurut ukuran umum
disuatu daerah tertentu dan mempunyai kedewasaan mental dan rohani. Hakekat
pendidikan itu terletak pada adanya
kewibawaan antara pendidik dan anak didik.
Pendidik mempunyai
tanggung jawab pendidikan tidak terhadap setiap anak, melainkan terhadap anak
tertentu ialah : Anak kandungnya sendiri atau terhadap anak dimana ia menjadi
walinya. Atau dapat sebagai pendidik karena jabatan.
C. Faktor
Anak Didik
Arti
anak didik dalam pengertian pendidikan pada umumnya ialah : Tiap seseorang atau sekelompok orang yang
menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan
kegiatan pendidikan. Arti anak didik dalam pengertian pendidikan yang khusus
atau yang sempit : Anak yang belum dewasa yang diserahkan kepada tanggung jawab
pendidik.
Yang
menentukan tanggung jawab pendidikan :
1) Hubungan
anak dan orang tua, anak dan ayah(ibu). Disini anak menjadi tanggung jawab
pendidikan ayah dan ibunya.
2) Hubungan
anak dan pengganti orang tua. Apabila orang tua sudah tidak ada lagi, dan
menjadi penanggung jawab pendidikan guru.
3) Hubungan
anak dan pendidik karena jabatan. Murid menjadi tanggung jawab pendidikan guru
Anak itu harus dididik,
karena pada hakekatnya anak itu makhluk susila. Tanpa pendidikan ia tidak akan
mencapai tingkat kesusilaan. Anak menurut sifat-sifatnya dapat dididik dan
mempunyai bakat-bakat dan disposisi untuk dapat dididik.
D. Faktor
Alat-alat
Untuk
mencapai tujuan pendidikan perlu menggunakan alat-alat pendidikan.
Bentuk-bentuk
Bentuk-bentuk
alat-alat pendidikan itu misalnya :
a. Perintah,
larangan
b. Nasehat,
Anjuran
c. Hadiah,
Hukuman
d. Pemberian
kesempatan, menutup kesempatan
Jadi alat pendidikan
ialah : perbuatan atau situasi yang diadakan dengan sengaja untuk mencapai
tujuan pendidikan.
E. Faktor
Alam Sekitar (Milieu)
Beberapa ahli pendidik
membagi milieu menjadi 3 bagian ialah :
a. Lingkungan
keluarga
b. Lingkungan
sekolah
c. Lingkungan
masyarakat
Ketiga lingkungan ini
satu dengan yang lainnya tidak boleh dipisah-pisahkan.
Para
pakar pendidikan membagi milieu ini menurut wujudnya :
a. Yang
berwujud manusia : keluarga, teman-teman bermain, teman-teman sekolah,
tetangga.
b. Yang
berwujud kesenian : bermacam-macam pertunjukan, bioskop, wayang,
sandiwara dan ketoprak.
c. Yang
berwujud kesusasteraan : buku-buku bacaan, majalah, Koran dan
sebagainya.
Kesemuanya
berpengaruhkepada perkembangan anak didik didalam menuju kearah kedewasaan
jasmani dan rohani.
BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
Dari ke-5 faktor-faktor yang telah
disampaikan diatas itu merupakan komponen-komponen yang harus ada dalam
pendidikan.
Sebab
:
• Tidak mungkin orang mendidik tanpa
anak didik
• Tidak mungkin orang mendidik tanpa
tujuan
• Tidak mungkin anak didik hidup tanpa
lingkungan
• Tidak mungkin pendidikan diberikan
tanpa seorang pendidik
• Tidak mungkin mendidik tanpa alat-alat
pendidikan(nasehat,contoh)
3.2Saran
Alangkah baiknya kita semua dapat
memahami hakikat pengertian dan
factor-faktor pendidikan yang telah disampaikan di atas dan Khususnya bagi
kita
calon pendidik di masa datang agar menjadi pendidik yang profesional
DAFTAR PUSTAKA
Masdudi
dan Nasehudin. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Cirebon : STAIN
Cirebon
KDCM – The Best Online Casino in India
BalasHapusKDCM is the online casino for Indian players that is now available งานออนไลน์ for Indian kadangpintar players. 메리트 카지노 주소 You can find many of their casino games at