Rabu, 18 September 2013

Makalah Ilmu Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar  Belakang  Masalah      
Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dan urgen bagi kehidupan manusia. Melalui pendidikan, manusia dapat belajar dan mengambil manfaat dari alam semesta demi mempertahankan hidupnya. Islam menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang esensial dalam kehidupan umat manusia, melalui pendidikan manusia dapat membentuk kepribadiaannya. Selain itu manusia dapat memahami dan mampu menterjemahkan lingkungan yang dihadapinya sehingga dapat menciptakan suatu karya yang gemilang.
Secara teoritis, ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia tidak mungkin dimilikinya tanpa melalui proses pendidikan. Proses pendidikan tidak hanya dimulai dan diterapkan di sekolah, akan tetapi proses pendidikan dimulai sejak manusia masih dalam rahim ibunya. Demikian pentingnya pendidikan bagi manusia, sehingga para ahli menempatkan dunia pendidikan sebagai wilayah strategis dan menjadi fokus kajian dalam rangka menciptakan suatu sistem pendidikan yang benar-benar unggul. 
1.2  Rumusan Masalah
1.      Pengertian Pendidikan
2.      Faktor-faktor Pendidikan
1.3  Metode Pembahasan
Dalam penulisan makalah ini kami hanya menggunakan metode studi pustaka, karena kami tidak melakukan penelitian lapangan, metode studi pustaka sudah cukup untuk memenuhi data makalah kami.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa kepada mereka yang dianggap belum dewasa. Pendidikan adalah transpor ilmu pengetahuan, budaya, sekaligus nilai-nilai yang berkembang pada suatu generasi agar dapat ditranspormasi pada generasi berikutnya.
Pendidikan dalam makna yang demikian, jauh lebih luas cakupannya dibandingkan dengan pengertian yang hanya merupakan transformasi ilmu.
Banyak para pakar mendefinisikan pendiddikan dengan perspektif dan paradigm yang berbeda.
Menurut Hasan Langgulung (1998:4) pendidikan diterjemahkan sebagai usaha memasukan ilmu pengetahuan dari orang yang dianggap memilikinya kepada mereka yang dianggap belum memilikinya.
Ahmad Tafsir (1994:26) menjelaskan pengertian yang lebih luas tentang pendidikan, yaitu pengembangan pribadi dalam semua aspeknya, yang mencangkup pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan dan pendidikan oleh orang lain (guru). Seluruh aspek mencangkup jasmani, akal, dan hati.
Menurut Lawrence A. Cremin, pendidikan adalah sebuah upaya yang cermat, sistematis, berkesinambungan untuk melahirkan, menularkan dan memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, keterampilan dan perasaan-perasaan dalam setiap kegiatan belajar yang dihasilkan dari kegiatan tersebut baik langsung maupun tidak langsung. Baik sengaja maupun tidak sengaja.
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pendidikan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
2.2  Faktor-Faktor Pendidikan
Didalam ilmu pendidikan kita mengenal beberapa macam faktor pendidikan. Sementara ahli-ahli pendidikan membagi faktor-faktor pendidikan tersebut menjadi lima macam factor yaitu :
1.      Factor Tujuan
2.      Factor Pendidik
3.      Factor Anak Didik
4.      Factor Alat-alat
5.      Factor Alam Sekitar (Milieu)
Secara singkat garis besar dari kelima factor pendidikan tersebut adalah sebagai berikut :
A.    Faktor Tujuan
Perbuatan mendidik tidak boleh diadakan tanpa adanya kesanggupan dan tanpa didasari. Selain dari pada itu perbuatan-perbuatan harus bertujuan meningkatkan kesusilaan anak didik. Adanya tujuan ini merupakan hakekat pendidikan.
      Pendidikan tidak dapat dinamakan pendidikan jika tidak mempunyai tujuan untuk mencapai kebaikan anak di dalam arti yang sebenarnya.

B.     Faktor Pendidik
Pendidik ialah orang yang sudah dewasa karena ia harus membawa anak ke tingkat kedewasaan.
Adapun yang dikatakan dewasa ialah bila anak itu sudah mencapai umur tertentu menurut ukuran umum disuatu daerah tertentu dan mempunyai kedewasaan mental dan rohani. Hakekat pendidikan itu terletak pada  adanya kewibawaan antara pendidik dan anak didik.
Pendidik mempunyai tanggung jawab pendidikan tidak terhadap setiap anak, melainkan terhadap anak tertentu ialah : Anak kandungnya sendiri atau terhadap anak dimana ia menjadi walinya. Atau dapat sebagai pendidik karena jabatan.

C.     Faktor Anak Didik
Arti anak didik dalam pengertian pendidikan pada umumnya ialah :  Tiap seseorang atau sekelompok orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Arti anak didik dalam pengertian pendidikan yang khusus atau yang sempit : Anak yang belum dewasa yang diserahkan kepada tanggung jawab pendidik.
Yang menentukan tanggung jawab pendidikan :
1)      Hubungan anak dan orang tua, anak dan ayah(ibu). Disini anak menjadi tanggung jawab pendidikan ayah dan ibunya.
2)      Hubungan anak dan pengganti orang tua. Apabila orang tua sudah tidak ada lagi, dan menjadi penanggung jawab pendidikan guru.
3)      Hubungan anak dan pendidik karena jabatan. Murid menjadi tanggung jawab pendidikan guru
Anak itu harus dididik, karena pada hakekatnya anak itu makhluk susila. Tanpa pendidikan ia tidak akan mencapai tingkat kesusilaan. Anak menurut sifat-sifatnya dapat dididik dan mempunyai bakat-bakat dan disposisi untuk dapat dididik.

D.    Faktor Alat-alat
Untuk mencapai tujuan pendidikan perlu menggunakan alat-alat pendidikan.
Bentuk-bentuk   
Bentuk-bentuk alat-alat pendidikan itu misalnya :
a.       Perintah, larangan
b.      Nasehat, Anjuran
c.       Hadiah, Hukuman
d.      Pemberian kesempatan, menutup kesempatan
Jadi alat pendidikan ialah : perbuatan atau situasi yang diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.

E.     Faktor Alam Sekitar (Milieu)
Beberapa ahli pendidik membagi milieu menjadi 3 bagian ialah :
a.       Lingkungan keluarga
b.      Lingkungan sekolah
c.       Lingkungan masyarakat
Ketiga lingkungan ini satu dengan yang lainnya tidak boleh dipisah-pisahkan.





            Para pakar pendidikan membagi milieu ini menurut wujudnya :
a.       Yang berwujud manusia : keluarga, teman-teman bermain, teman-teman sekolah, tetangga.
b.      Yang berwujud kesenian : bermacam-macam pertunjukan, bioskop, wayang, sandiwara dan ketoprak.
c.       Yang berwujud kesusasteraan : buku-buku bacaan, majalah, Koran dan sebagainya.
Kesemuanya berpengaruhkepada perkembangan anak didik didalam menuju kearah kedewasaan jasmani dan rohani.























BAB III
PENUTUP


3.1Kesimpulan

Dari ke-5 faktor-faktor yang telah disampaikan diatas itu merupakan komponen-komponen yang harus ada dalam pendidikan.
Sebab :
• Tidak mungkin orang mendidik tanpa anak didik
      • Tidak mungkin orang mendidik tanpa tujuan
• Tidak mungkin anak didik hidup tanpa lingkungan
• Tidak mungkin pendidikan diberikan tanpa seorang pendidik
• Tidak mungkin mendidik tanpa alat-alat pendidikan(nasehat,contoh)

3.2Saran

Alangkah baiknya kita semua dapat memahami hakikat  pengertian dan factor-faktor pendidikan yang telah disampaikan di atas dan  Khususnya bagi
kita calon pendidik di masa datang agar menjadi pendidik yang profesional










DAFTAR PUSTAKA


Masdudi dan Nasehudin. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Cirebon : STAIN Cirebon
















































































1 komentar:

  1. KDCM – The Best Online Casino in India
    KDCM is the online casino for Indian players that is now available งานออนไลน์ for Indian kadangpintar players. 메리트 카지노 주소 You can find many of their casino games at

    BalasHapus